Friday, September 6, 2013

[FISIKA] SEGERA: Kuliah Umum Departemen Fisika FMIPA UI 10 Sept 2013, Muon Spin Resenance dan Aplikasinya (Dr. Isao Watababe, Dr. Risdiana, RIKEN)

 

SEGERA … !!!

KULIAH UMUM DEPARTEMEN FISIKA FMIPA UI

Departemen Fisika FMIPA mengundang para mahasiswa S1, S2, S3, alumni, para dosen Fisika UI, serta peneliti dan masyarakat Fisika umum yang tertarik untuk menghadiri Kuliah Umum (Public Lecture) yang berisi penjelasan tentang:

                   1.  Riset MUON SPIN RESONANCE dan aplikasinya;

                   2.  Fasilitas Riset Muon Spin Resonance  RIKEN, Jepang;

                   3.  Seleksi Beasiswa Riset di RIKEN, untuk para Mahasiswa S3 Materials Science.
 

Pembicara:  Dr. Isao Watanabe (RIKEN, Jepang) dan Dr. Risdiana (Kolaborator Kerjasama Riset RIKEN dan Universitas Padjajaran)

Tempat:        Ruang Seminar Utama Departemen Fisika FMIPA UI, Depok

Waktu:          Selasa, 10 September 2013, jam 13.00-15.00


Acara akan dilanjutkan dengan seleksi beasiswa riset RIKEN pada jam 15.00-16.00 WIB bagi para mahasiswa S3 Materials Science UI yang telah mendaftar.  


Bagi para mahasiswa S3 Materials Science yang berminat dengan beasiswa riset RIKEN namun belum mendaftar, dipersilahkan menghubungi Dr. Budhy Kurniawan (email: bkuru07@gmail.com).



--
M. Aziz Majidi, Ph.D.
Theoretical/Computational Condensed Matter Physics Group
Department of Physics
FMIPA University of Indonesia
Depok 16424, INDONESIA
Phone: (021) 7872610 (main office), (021) 36747571 (mobile)
Fax: (021) 7863441
Email: aziz.majidi@sci.ui.ac.id, aziz.majidi@gmail.com


__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
.

__,_._,___

Thursday, September 5, 2013

[indonesia_damai] Khofifah Jadi Istri Kedua Indar Parawansa Sudah Seijin Istri Pertama

 

Isu Merebut Suami Orang Dibantah
Khofifah Menjadi Istri Kedua Indar Parawansa Sudah Seijin Istri Pertama

Menjelang pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2013, beredar informasi bahwa ibu Khofifah dalam perkawinannya dengan bapak Indar Parawansa adalah dengan cara merebut suami orang. Info ini sama sekali tidak benar.

Yang benar adalah bahwa pernikahan ibu Khofifah dengan bapak Indar Parawansa adalah sudah mendapatkan ijin dari istri pertama, dan hubungan ibu Khofifah dengan istri pertama sangatlah baik. Bahkan ibu Khofifah memberi ijin pada bapak Indar Parawansa untuk menengok istri pertama dan anak2nya sebulan sekali.

Info ini juga pernah beredar pada pilgub Jatim 2008, dan juga sudah dijawab oleh ibu Khofifah. Jawaban lengkap dari ibu Khofifah secara lengkap juga bisa dilihat pada http://kaji-manteb.blogspot.com/2008/10/pernyataan-khofifah-atas-isu-isu-yang.html sebagai berikut:
"TIDAK BENAR berita yang beredar bahwa saya MEREBUT SUAMI ORANG. Saya nikah dengan mas Indar Parawansa sudah atas izin mbak Zul, istri pertama mas Indar. Dan saya bersama mas Indar membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dengan dikaruniai 4 orang anak.
Toh saya tetap mengizinkan suami saya mas Indar untuk menjenguk mbak Zul, istri pertamanya dan anak-anaknya sebulan sekali. Dan hubungan saya dengan mbak Zul, istri pertama mas Indar dan anak-anaknya tetap baik. Sekali lagi bahwa fitnah SAYA MEREBUT SUAMI ORANG itu tidak benar".

BPK - Barisan Pengagum Khofifah
Sumber:
http://cahayareformasi.com/berita/2013/isu-merebut-suami-orang-dibantahkhofifah-menjadi-istri-kedua-indar-parawansa-sudah-seijin-istri-pertama/

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:

------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
Bergabung ke Milis FID:  indonesia_damai-subscribe@yahoogroups.com
Keluar dari Milis FID:  indonesia_damai-unsubscribe@yahoogroups.com
---------------- indonesia_damai@yahoogroups.com ----------------
.

__,_._,___

Tuesday, September 3, 2013

[FISIKA] Re: KOLOKIUM DEP FISIKA UI: Dr. Tri Laksmana A dari Max Planck Institute, 23 Agustus 2013

 

UNDANGAN TERBUKA

KOLOKIUM DEPARTEMEN FISIKA FMIPA UI


Departemen Fisika UI kembali akan menggelar kolokium terbuka yang kali ini akan menghadirkan pembicara tamu Dr. Martin Spinrath, Postdoctoral Fellow di SISSA (International School for Advanced Studies), Trieste, ITALY.

Tempat:       Ruang Seminar Utama Departemen Fisika FMIPA UI, Depok
Waktu:        Rabu, 18 September 2013, jam 13.30-15.30

Talk Title:    Particle Physics in 2013 - Discoveries and Challenges


Abstract

Particle Physics has gained a lot of attention recently with the discovery of the Higgs boson at the Large Hadron Collider (LHC) at the European Organization for Nuclear Research (CERN) in Geneva, Switzerland. Scientists all over the world have been looking for this particle for more than 40 years. I will discuss its special role in the Standard Model of Particle Physics and the successful experimental efforts to find it at the LHC. But this is not the end of the story. In fact, the Higgs discovery opens a new chapter in the book of particle physics answering some and, at the same time, asking new questions. These questions challenge the current and next generation of particle physicists on the theoretical and experimental side and will keep them busy for the next 20-30 years at least. But not only the high energy frontier is being pushed to new horizons by ongoing experiments. Also the intensity frontier has made significant progress in the last years, most prominently in the neutrino sector. I will discuss some of the current experimental efforts and their importance for our understanding of the fundamental laws of nature. 


Selain tentang topic riset di atas, Dr. Spinrath akan menyampaikan sekilas informasi tentang peluang-peluang studi lanjut dan riset di SISSA dan ICTP, Trieste, Italy. 


Kami mengimbau  rekan-rekan dosen, mahasiwa S1, S2, S3, dan para alumni Fisika UI untuk menghidupkan atmosfer akademik di Fisika UI dengan hadir pada kolokium ini.

  

Biodata singkat pembicara:

Dr. Martin Spinrath studied physics and mathematics at the RWTH Aachen University in Germany. After obtaining a diploma in physics he went to Munich in Germany to do my PhD at the MPI for Physics which he finished in 2010. After getting his PhD he became a postdoc at SISSA (Scuola Internazionale Superiore di Studi Avanzati) in Trieste, Italy. Currently, he is relocating himself back to Germany, to Karlsruhe, where he will do his second postdoc. He has worked on different topics in theoretical particle physics, namely phenomenology of supersymmetric models, grand unified theories and flavour models.



--
M. Aziz Majidi, Ph.D.
Theoretical/Computational Condensed Matter Physics Group
Department of Physics
FMIPA University of Indonesia
Depok 16424, INDONESIA
Phone: (021) 7872610 (main office), (021) 36747571 (mobile)
Fax: (021) 7863441
Email: aziz.majidi@sci.ui.ac.id, aziz.majidi@gmail.com


__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (3)
Recent Activity:
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
.

__,_._,___

[indonesia_damai] Re: #sastra-pembebasan# MENGAPA JOKOWI POPULER

 

Pada mulanya, juga banyak orang sangsi tentang kemampuan Jokowi-Ahok
apakah akan mampu memimpin DKI Jakarta. Menghadapi kesangsian seperti
itu, baik Jokowi maupun Ahok memaparkan rekam jejaknya masing2 dan
juga program2 nya untuk Jakarta Baru.

Kepada orang2 yang menilai ada calon lain yang dianggap lebih baik
daripada mereka berdua (Jokowi-Ahok), dianjurkan oleh Jokowi-Ahok agar
jangan pilih diri mereka.

Masih ada waktu untuk menyimak, kalau kelak pasangan Jokowi-Ahok
diajukan sbg. capres dan cawapres,

apakah ada saingan lainnya yang lebih unggul dibidang rekam jejaknya
dan program2 nya.

Salam,

Arif H.

------------------------- Von: Harsutejo Sutedjo
<cakmo9998@yahoo.com>
An: "sastra-pembebasan@yahoogroups.com"
<sastra-pembebasan@yahoogroups.com>, "wahana-news@yahoogroups.com"
<wahana-news@yahoogroups.com>, "sadar@netvigator.com"
<sadar@netvigator.com>
Betreff: #sastra-pembebasan# MENGAPA JOKOWI POPULER
Datum: Mon, 02 Sep 2013 15:34:17 +0200

Teman-teman,
Dalam percakapan dengan seorang anakku yang bekerja di sebuah bank
asing dan
pernah menjadi aktivis serikat buruh terkesiap dengan gebrakan Jokowi
serta
hasilnya, aku menyatakan tak setuju ia jadi Presiden 2014. Kukatakan
biarlah
dia menyelesaikan 5 tahun membenahi Jakarta yang sudah ada
tanda-tanda
berhasil. Anakku menjawab: "Kalau harus menunggu 5 tahun lagi,
Indonesia
kita sudah akan lebih rusak lagi, itu akan jauh lebih sulit
memperbaikinya
nanti," ia menyatakan dengan yakin. "Jadi tak perlu menunggu-nunggu
lagi, ini momentumnya!"
Begitulah percakapan pendek di meja makan.........

Bekasi, 31 Agustus 2013

Salam, Harsutejo.-

________________________________

Dari:ASAHAN <a.alham1938@kpnmail.nl [1]>
Kepada: Zaenal Muttaqin <zaen_al@yahoo.com [2]>; Usep Setiawan
<usepsetia@yahoo.com [3]>; teddy sunardi <teddysunardi@gmail.com
[4]>;
Teddy P. Rachmat <tpr-gg@triputra-group.com [5]>; Syamsul Maarif
<smaarif73@gmail.com [6]>; sjafrie sjamsoeddin <sjafrie@kemhan.go.id
[7]>;
Sinansari Ecip <s_ecip@yahoo.com [8]>; sayidiman suryohadiprojo
<sayidiman@suryohadiprojo.com [9]>; Salim Said <bungsalim@yahoo.com
[10]>;
Salahuddin Wahid <salahuddin_wahid@yahoo.com [11]>; sabam sirait
<antonngr@yahoo.com [12]>; Rusadi Kantaprawira
<rusadikantaprawira@yahoo.com [13]>; RODON PEDRASON
<rodonpedrason@yahoo.com [14]>; Rizal Sukma <rsukma@csis.or.id [15]>;
Retno L
Marsudi <retnomarsudi@yahoo.com [16]>; "Rachmat Pambudy, Dr. Ir Ms"
<pambudy@hotmail.com [17]>; R.M.A.B Kusuma <kusumaananda@yahoo.com
[18]>;
Prof.Dr. Ryaas Rasyid. <mryaasrasyid@yahoo.com [19]>; Prof.Dr. Amir
Santoso
<amirsto2001@yahoo.com [20]>; Prof. Hikmahanto Yuwono
<hikmahanto@yahoo.com [21]>;
Prof. Dr. Djoko Rahardjo <rahardjo_djoko@yahoo.com [22]>; Pro.Dr.
Bungaran
Saragih <saragihbungaran@yahoo.com [23]>; Mustafa Kamal
<tbmkamal@yahoo.com [24]>; mohtar Mas'oed <mohtar.60@gmail.com [25]>;
Mohamad
Sobari <dandanggula@hotmail.com [26]>; Mar. Norman
<marcianor@gmail.com [27]>; Mangadang Napitupulu
<mangadang70@yahoo.com [28]>; Makmur Makka <makmurmakka@yahoo.com
[29]>;
"Liddle, Bill" <Liddle.2@polisci.osu.edu [30]>; Kusnadi Kardi
<koesnadikardi@yahoo.com [31]>; Kiki Syahnakri <k.syahnakri@gmail.com
[32]>;
Juwono Sudarsono <juwonosudarsono@gmail.com [33]>; Joseph Daves
<jhdaves@hotmail.com [34]>; Jayadi Hanan <hanan.2@osu.edu [35]>;
ishaq
iskandar <isdar@hotmail.com [36]>; Ir. A.M. Luthfi
<am.luthfi@ymail.com [37]>; Indria Samego <indriasamego@yahoo.com
[38]>;
Ikrar Nusa Bhakti <ikrar_nusa_bhakti@yahoo.com [39]>; Ichsan
Loulembah
<ichanlou@yahoo.com [40]>; Ibrahim Isa/Holland <i.bramijn@chello.nl
[41]>; HS
Dillon <hsdillon@gmail.com [42]>; "Hendri Saparini, Dr."
<hendisaparini@yahoo.com [43]>; Handojo Priopranoto
<prijopranoto.h@gmail.com [44]>; halim perdanakusuma
<kara_eng@hotmail.com [45]>; Ganjar Pranowo <ganjarpranowo@yahoo.com
[46]>;
Freddy Tulung <ftulung@gmail.com [47]>; ferry baldan
<ferrymbaldan@gmail.com [48]>; Farouk Muhammad.
<farouk_muhammad2003@yahoo.com [49]>; Farid Prawiranegara
<frdprwr@yahoo.com [50]>; Fahrul Razi Jenderal <h.fachrulr@gmail.com
[51]>;
Fahmi Idris <fahmiidris.20@gmail.com [52]>; Erry Ryana Harjapamekas
<erryrh@cbn.net.id [53]>; Endriartono Sutarto <tono.sutarto@yahoo.com
[54]>;
Dr.Priyono Chpto Heriyono <priyonoth@yahoo.com [55]>; Dr. Yuddi
Chrisnandi
<yuddy_chrisnandi@yahoo.com [56]>; Dr. Taufik Abdullah
<drtaufikabdullah@yahoo.co.id [57]>;
Dr. Saafroedin Bahar <drsaafroedin.bahar@gmail.com [58]>; Dr. Joe
Sulaiman
<ysulaiman@gmail.com [59]>; Donny Gahral Adian Dr.
<religiana@yahoo.co.uk [60]>; Dinna Wisnu
<dinna.wisnu@paramadina.ac.id [61]>; "Didik Rachbini, Professor Dr."
<didik.rachbini@gmail.com [62]>; Dharmawan Ronodipuro
<ronodipuro@cbn.net.id [63]>; Dewi Fortuna Anwar <dfanwar@yahoo.com
[64]>;
Dedy Jamaludin Malik <dedy_malik@yahoo.com [65]>; Daud Sinjal
<daudsinjal@gmail.com [66]>; Christianto Wibisono
<christianto.wibisono@gmail.com [67]>; chappy hakim
<chappyhakim@yahoo.com [68]>;
Chan <SADAR@netvigator.com [69]>; Burhanuddin Muhtadi
<burhanmuhtadi@gmail.com [70]>; Burhanuddin Abdullah
<abdullahburhanuddin@ymail.com [71]>; Bambang Harimurty
<bambang@tempo.co.id [72]>; Bahtiar Effendy
<bahtiar_effendy@yahoo.com [73]>;
B. J Habibie <bjh_indo@yahoo.com [74]>; August Parengkuan
<august.parengkuan@gmail.com [75]>; Astrid Suryo
<astrid.soerjo@yahoo.com [76]>; ASAHAN <a.alham@kpnplanet.nl [77]>;
"Anwar Nasution,Prof." <nasution_a42@yahoo.com [78]>; Andi Wijayanto
<andi.widjajanto09@ui.ac.id [79]>; Amris F. Hassan <amris@pnmi.co.id
[80]>;
amran nasution <amran_jbp@yahoo.com [81]>; AM Hendropriyono
<amhendropriyono@yahoo.com [82]>; Ali Mohamad Sungkar
<sungkar15@hotmail.com [83]>; alfan alfian <malfanalfianm@yahoo.com
[84]>;
Ahmad Zen Umar Purba <apurba@abnrlaw.com [85]>; Ahmad Yani Basuki
<ahmadyani.b@gmail.com [86]>; Ahmad W. Pratiknya
<aw_pratiknya@yahoo.com [87]>; Agus Widjojo <agw8@cbn.net.id [88]>;
Agus
Abubakar <agusabubakar@gmail.com [89]>; Achmad Sujudi Dr.
<achmad.sujudi@yahoo.com [90]>; achmad Mubarok
<achmad.mubarok@yahoo.com [91]>; Abuprijadi Santoso (Tosi)
<aboeprijadi@gmail.com [92]>; Abidin Abidin <sdabidin@yahoo.com
[93]>;
Abdillah Toha II <abdillahtoha@gmail.com [94]>; A.H. Amparita
<ahamparita@gmail.com [95]>; A. Rahman Tolleng <artolleng@gmail.com
[96]>; A
Dahana <adahana88@yahoo.com [97]>; 'Djoko Suyanto <jocko_50@yahoo.com
[98]>;
anurpatria@yahoo.com [99]; alumnas-oot <alumnas-oot@yahoogroups.com
[100]>; Group
Diskusi Kita <diskusi-kita@googlegroups.com [101]>
Cc: wahana-news@yahoogroups.com [102]; SASTRA PEMBEBASAN
<sastra-pembebasan@yahoogroups.com [103]>; SANTRI KIRI
<santrikiri@yahoogroups.com [104]>; mimbar-bebas@yahoogroups.com
[105]; inti-net@yahoogroups.com [106];
Group Diskusi Kita <diskusi-kita@googlegroups.com [107]>;
artculture-indonesia@yahoogroups.com [108]; AKSARA SASTRA
<aksarasastra@yahoogroups.com [109]>
Dikirim: Jumat, 30 Agustus 2013 17:21
Judul: Re: Fw: #sastra-pembebasan# Fw: Re: Kolom IBRAHIM ISA --
MENGAPA
JOKOWI POPULER ?

Bung Salim Yth,
Dalam beberapa hal dan situasi tetentu saya juga mendukung pepatah
nenek moyang
kita:"Tak ada rotan, akarpun berguna". Tapi dalam hal Jokowi sebagai
calon Presiden, saya kuatir kalau dia terpilih.
Karena yang akan kita lihat adalah Jakarta yang setengah beres,
setengah belum
dan sisa pekerjaannya yang belum selesai. Sedangkan Indonesia yang
sedang
dihadapinya dalam keadaan amburadul dan keterpurukan di bidang
politik dan
ekonomi. Jokowi yang terpilih sebagai Presiden adalah karena
popularitasnya
yang berlebihan dan bukan karena hasil kerjanya yang sudah
monumental
yang sudah dia buktikan. Darimana dia punya kemampuan dan kekuatan
untuk
membereskan Indonesia. Indonesia sudah biasa diurus oleh semua
Presidennya yang
juga tidak beres, tidak mampu, dan tidak berdaya. Mengapa Jokowi
harus
meneruskan tradisi serba tidak beres itu.
Indonesia sedang"demam popularitas" dan media begitu aktif menularkan
dan menyebarkan wabah yang berbahaya itu ke kalangan rakyat.
Popularitas yang
berlebihan selalu mengandung sensasi dan kebohongan dan penuh dengan
hyperbola.
Ali Sadikin memulai kariernya sebagai gubernur Jakarta dengan
prestasi-prestasi
yang besar dan monumental dan juga dengan prestisenya yang sangat
berkesan dan
kemudian barulah dia menerima popularitas yang luas di kalangan
rakyat. Tapi
begitu popularitasnya sudah dianggap suharto membahayakan dirinya,
dengan serta
merta Ali Sadikin didepak suharto. Setelah suharto jatuh, Ali Sadikin
masih
memiliki popularitas namun dia menolak dicalonkan sebagai Presiden
oleh para
pendukung dan teman-temanya dan justru dengan penolakannya itu dia
telah secara
otomatis menyelamatkan popularitasnya hingga sekarang ini.
Saya kuatir popularitas Jokowi akan gugur dalam kandungan. Juga Ahok
yang terutama
di dewa-dewakan oleh etnisnya sendiri akan menjadi korban
popularitasnya
sendiri. Kita tidak boleh lupa bahwa kita adalah bangsa yang suka
puas diri dan
tidak pernah menghasilkan sesuatu secara sempurna dan selesai.
Salam hormat.
ASAHAN.

----- Original Message -----
From: Salim Said
To: diskusi-kita@googlegroups.com [110] ; Subject:
Re: Fw: #sastra-pembebasan# Fw: Re: Kolom IBRAHIM ISA -- MENGAPA
JOKOWI POPULER
?

Pak Asahan Yth,
Bagi saya popularitas Jokowi adalah ekspressi kebosanan orang
banyak
kepada "professional politicians" yang sudah lama menjengkelkan
rakyat. Jokowi adalah personifikasi rakyat kecil, karena itu mendapat
dukungan.
Saya berpendapat, biarlah Jokowi jadi Presiden, toh tidak ada calon
lain yang
menjanjikan perbaikan Indonesia. Jokowi dalam setahun sudah berbuat
memperbaiki Jakarta. Dalam sejarah Jakarta, hanya Ali Sadikin yang
pantas
disandingkan dengan Jokowi.

2013/8/30 ASAHAN <a.alham1938@kpnmail.nl [111]>

Rakyat Indonesia sama sekali tidak interes untuk menjawab:
"Mengapa Jokowi populer". Yang diperlukan rakyat sekarang ini adalah
peminpin yang mampu meminpin dan memperbaiki nasib rakyat serta
merubah
Indonesia. Apakah hal itu bisa dilakukan oleh Jokowi?.Go to hell with
"popularitas" yang hanya modal palsu untuk menjadi presiden.
ASAHAN.

----- Original Message -----
From: Chan CT
To: GELORA_In
Sent: Wednesday, August 28, 2013 2:34 PM
Subject: #sastra-pembebasan# Fw: Re: Kolom IBRAHIM ISA -- MENGAPA
JOKOWI POPULER ?

From: Dharmawan Isaak
Sent: Wednesday, August 28, 2013 7:25 PM
Subject: Kolom IBRAHIM ISA -- MENGAPA JOKOWI POPULER ?
Joko Widodo jadi populer; karena gebragannya yang berani melabrak
status quo.

Tindakannya sendiri akan menyentuh hati nurani Rakyat, yang sudah
muak mengahdapi penghinaan yang nista dari penguasa yang korup.

Jadi kalau kita gunakan kata2 "romantis" hehe, Jokowi
sudah berhasil menyalakan pelita gegairah perjuangan dari Rakyat,
yang selama
ini sudah dengan sistimatis ditumpulkan oleh ORBA dan penerus2nya.

Satu masalah yang harus kita perhatikan, apakah pada saat
sekarang sangat aktuil, untuk mempertanyakan mengapa Joko Widodo
populer,
ataukah sudah sampai waktunya bagi kaum intelektuil, berkiprah
bersama Rakrat
dan orang2 jujur seperti Joowi, memperbaiki nasib dengan tangannya,
.. ?

From: isa <i.bramijn@chello.nl [112]>
To: GELORA45 <GELORA45@yahoogrou [113]

Kolom IBRAHIM ISA
28 Agustus 2013
MENGAPA JOKOWI POPULER ?
<Dalam suatu Dialog Interaktif di Facebook hari ini>

* * *
Ini yang a.l . bisa di baca di FB hari ini. Suatu dialog kecil
tapi menyangkut SOAL BESAR.
Yang dipercakapkan MENGAPA JOKOWI POPULER?
* * *
Goenawan Mohamad, <6 hours ago vis Mobile>:
"Saya kira, popularitas Jokowi yang cepat itu karena ia
mengingatkan bangsa Indonesia akan bahaya obesitas yang kini mulai
berjangkit."

Ibrahim Isa :
----Mas Goen y.b., ---

Apakah bukan "IDEOLOGICAL & POLITICAL WILL" dalam
tindakan nyata dan gaya memimpin ( a.l. blosokan), untuk mengabdi
rakyat yang
dipimpinnya, ---- yang bikin JOKOWI populer?

Nasion ini memerlukan sangat lebih dari satu JOKOWI . . .

Tampaknya nasion ini sedang melangkah ke arah emansipasi nasion .
. .
yang didambakan dan diperjuangkan selama ini . . .

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup
"diskusi kita" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
ini, kirim email ke diskusi-kita+berhenti
berlangganan@googlegroups.com [114] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi
https://groups.google.com/groups/opt_out [115].

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "diskusi
kita" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
ini,
kirim email ke diskusi-kita+berhenti berlangganan@googlegroups.com
[116] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi
https://groups.google.com/groups/opt_out [117].

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakitaYahoo! Groups
Links

Links:
------
[1] javascript:void(0)
[2] javascript:void(0)
[3] javascript:void(0)
[4] javascript:void(0)
[5] javascript:void(0)
[6] javascript:void(0)
[7] javascript:void(0)
[8] javascript:void(0)
[9] javascript:void(0)
[10] javascript:void(0)
[11] javascript:void(0)
[12] javascript:void(0)
[13] javascript:void(0)
[14] javascript:void(0)
[15] javascript:void(0)
[16] javascript:void(0)
[17] javascript:void(0)
[18] javascript:void(0)
[19] javascript:void(0)
[20] javascript:void(0)
[21] javascript:void(0)
[22] javascript:void(0)
[23] javascript:void(0)
[24] javascript:void(0)
[25] javascript:void(0)
[26] javascript:void(0)
[27] javascript:void(0)
[28] javascript:void(0)
[29] javascript:void(0)
[30] javascript:void(0)
[31] javascript:void(0)
[32] javascript:void(0)
[33] javascript:void(0)
[34] javascript:void(0)
[35] javascript:void(0)
[36] javascript:void(0)
[37] javascript:void(0)
[38] javascript:void(0)
[39] javascript:void(0)
[40] javascript:void(0)
[41] javascript:void(0)
[42] javascript:void(0)
[43] javascript:void(0)
[44] javascript:void(0)
[45] javascript:void(0)
[46] javascript:void(0)
[47] javascript:void(0)
[48] javascript:void(0)
[49] javascript:void(0)
[50] javascript:void(0)
[51] javascript:void(0)
[52] javascript:void(0)
[53] javascript:void(0)
[54] javascript:void(0)
[55] javascript:void(0)
[56] javascript:void(0)
[57] javascript:void(0)
[58] javascript:void(0)
[59] javascript:void(0)
[60] javascript:void(0)
[61] javascript:void(0)
[62] javascript:void(0)
[63] javascript:void(0)
[64] javascript:void(0)
[65] javascript:void(0)
[66] javascript:void(0)
[67] javascript:void(0)
[68] javascript:void(0)
[69] javascript:void(0)
[70] javascript:void(0)
[71] javascript:void(0)
[72] javascript:void(0)
[73] javascript:void(0)
[74] javascript:void(0)
[75] javascript:void(0)
[76] javascript:void(0)
[77] javascript:void(0)
[78] javascript:void(0)
[79] javascript:void(0)
[80] javascript:void(0)
[81] javascript:void(0)
[82] javascript:void(0)
[83] javascript:void(0)
[84] javascript:void(0)
[85] javascript:void(0)
[86] javascript:void(0)
[87] javascript:void(0)
[88] javascript:void(0)
[89] javascript:void(0)
[90] javascript:void(0)
[91] javascript:void(0)
[92] javascript:void(0)
[93] javascript:void(0)
[94] javascript:void(0)
[95] javascript:void(0)
[96] javascript:void(0)
[97] javascript:void(0)
[98] javascript:void(0)
[99] javascript:void(0)
[100] javascript:void(0)
[101] javascript:void(0)
[102] javascript:void(0)
[103] javascript:void(0)
[104] javascript:void(0)
[105] javascript:void(0)
[106] javascript:void(0)
[107] javascript:void(0)
[108] javascript:void(0)
[109] javascript:void(0)
[110] javascript:void(0)
[111] javascript:void(0)
[112] javascript:void(0)
[113] javascript:void(0)
[114] javascript:void(0)
[115]
?ctl=dereferer&to=aHR0cHM6Ly9ncm91cHMuZ29vZ2xlLmNvbS9ncm91cHMvb3B0X291dA%3D%3D
[116] javascript:void(0)
[117]
?ctl=dereferer&to=aHR0cHM6Ly9ncm91cHMuZ29vZ2xlLmNvbS9ncm91cHMvb3B0X291dA%3D%3D
[118]
?ctl=dereferer&to=aHR0cDovL2dyb3Vwcy55YWhvby5jb20vZ3JvdXAvc2FzdHJhLXBlbWJlYmFzYW4v
[119]
?ctl=dereferer&to=aHR0cDovL2dyb3Vwcy55YWhvby5jb20vZ3JvdXAvc2FzdHJhLXBlbWJlYmFzYW4vam9pbg%3D%3D
[120] javascript:void(0)
[121] javascript:void(0)
[122] javascript:void(0)
[123]
?ctl=dereferer&to=aHR0cDovL2RvY3MueWFob28uY29tL2luZm8vdGVybXMv

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:

------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
Bergabung ke Milis FID:  indonesia_damai-subscribe@yahoogroups.com
Keluar dari Milis FID:  indonesia_damai-unsubscribe@yahoogroups.com
---------------- indonesia_damai@yahoogroups.com ----------------
.

__,_._,___

Monday, September 2, 2013

[FISIKA] Pengingat: Conference on Theoretical Physics and Nonlinear Phenomena 2013

 

Conference on Theoretical Physics & Nonlinear Phenomena
(CTPNP) and School on Particel Physics & Physics of Complex Systems
2013, Institut Pertanian Bogor, 24-25 September 2013.

Registrasi: http://situs.opi.lipi.go.id/ctpnp2013/

The Scientific Program of CTPNP 2013 will include plenary talks given
by the following invited speakers:

1. Bobby E. Gunara (ITB, Topic: Flat Domain Walls of 5d N=2
Supergravity from Quaternionic 4-Manifolds)
2. Handhika S. Ramadhan (UI, Topic: Topological Defect in Cosmology)
2. Tony I. Sumaryada (IPB, Topic: Physics at Mesoscopic Scale)
3. Albertus Sulaiman (BPPT, Topic: Path Integral for Dissipative System)
4. Ardian Nata Atmaja (LIPI, Topic: Holographic Brownian Motion)

salam,
ha.
--
http://alatas.staff.ipb.ac.id/

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
.

__,_._,___

[FISIKA] Hard Deadline: IntelSys 2013, Jakarta Indonesia 11 - 12 Oct 2013 - WIT Transactions on Information and Communication Technologies (ISSN: 1743- 3517) SCOPUS Indexed & Atlantis Press

 

The 2013  International Conference on  Advances in Intelligent Systems in Bioinformatics, Chem-Informatics, Business Intelligence, Social Media and Cybernetics (IntelSys 2013)
The Gran MeliĆ”   Hotel,  Jakarta, Indonesia,
11 - 12 October 2013.
http://www.intelisys.org/



Dear Ladies and Gentlemen,


We would like to update you with the progress of The 2013  International Conference on  Advances in Intelligent Systems in Bioinformatics, Chem-Informatics, Business Intelligence, Social Media and Cybernetics (IntelSys):


1.  The 2013  International Conference on  Advances in Intelligent Systems in Bioinformatics, Chem-Informatics, Business Intelligence, Social Media and Cybernetics (IntelSys) will be held at the Gran MeliĆ”   Hotel,  Jakarta, Indonesia, during  11 - 12 October 2013.


2. We already received many request to extend the full paper submission. We decide to accommodate with that request. The extended full paper submission as follow:

Paper Submission Deadline: 10 September 2013
Notification of Paper Acceptance: 15 September 2013
Camera Ready Paper Submission: 18 September  2013
Authors Registration Deadline: 18 September 2013
The Conference Date: 11 - 12 October  2013


3. ALL of registered  papers in  IntelSys2013,   will be published in Advances in Intelligent Systems Research  Journal  (AISR Journal ) ISSN 1951-6851l that published by Atlantis Press.
Advances in Intelligent Systems Research  Journal  will  be submitted for indexing in SCOPUS, and Compendex by Atlantis Press.  


4. IntelSys 2013  Papers that published in Advances in Intelligent Systems Research  Journal   will be invited to submit their revised and upgraded version at least 50% to "WIT Transactions on Information and Communication Technologies (ISSN: 1743- 3517) ", which will be indexed by Indexed by Elsevier: SCOPUS www.scopus.com and Ei Compendex (CPX) www.ei.org/.


5. The Registration fee will cover the cost for  IntelSys 2013 publications in Advances in Intelligent Systems Research  Journal  and WIT Transactions on Information and Communication Technologies  


6. The theme of the conference will be Intelligent System for Quality of Life and Sustainable Development.  This forum is an opportunity for scientists from all over the world to share ideas and achievements in the theory and practice of intelligent control, artificial intelligence, decision support systems, neural networks, soft computing, data mining and knowledge discovery, ontologies, machine learning, intelligent measurement, etc. Presentations should highlight contemporary intelligent systems as a concept that combines theoretical research and applications in automation, information technologies and measurement. All aspects of intelligent systems are of interest: theory, algorithms, tools, applications, etc.

Topics of interest include (but are not limited to):
Track 1.  Artificial Intelligence      
Track 2. Softcomputing
Track 3. Cybernetics
Track 4.  Machine Vision
Track 5. Datamining & Software Development


7. The IntelSys 2013 conference will be held in  Grand Melia  Hotel Jakarta. Hotel Grand Melia  is 5 star  Indonesia's premier and leading Hotel in Jakarta Indoneisa.
Stunning architecture, a passionate commitment to outstanding service and completely rejuvenated facilities combine to make this iconic luxury international five star hotel the true benchmark for 21st century luxury in down town Jakarta Indonesia.
Gran Melia Jakarta's Spanish heritage ensures that our flair for innovation and absolute customer satisfaction remains alive and well in everything that we do for our most valued guests. All staff is committed to giving the best service available in Jakarta with facilities for business second to none. And if travelling for leisure then guests can enjoy all the services of Yhi Spa, a lagoon resort style swimming pool, tranquil gardens, 2 full size outdoor tennis courts and a fully equipped gymnasium.


8. Looking forward with your Full Paper Submissipn and your kindness to forward this Call for Paper to your colleagues/students.

Please email us for any questions to intelsysconf2013@gmail.com    

Looking forward to meet you in IntelSys  2013, Jakarta, Indonesia.




Sincerely yours,
 

IntelSys  2013 Publicity Chair

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)
Recent Activity:
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
.

__,_._,___

Sunday, September 1, 2013

[indonesia_damai] RE : Peristiwa 1965 Bukan Tragedi

 

** Kutipan: "Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(Komnas HAM) Stanley Adi Prasetyo mengatakan bahwa temuan Komnas HAM
tentang peristiwa pembantaian 1965 menunjukkan secara transparan
bahwa negara berperan dalam pembantaian tersebut. Komando Operasi
Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib)—institusi yang
langsung bertanggung jawab kepada Presiden Soaharto saat
itu—bertangung jawab penuh terhadap peristiwa itu". Dalam kalimat
kutipan tersebut diatas, jelas ada kesalahan: Suharto waktu itu bukan
Presiden, tetapi sbg. Panglima Kopkamtib, yg memberikan perintah
lewat Struktur Komando Teritorial Angkatan Darat kepada Kodam, Kodim
dan Koramil untuk melancarkan operasi militer, melakukan pembunuhan
massal secara sistematis tanpa proses hukum terhadap orang2 tak
bersalah yang dituduh sbg. anggota atau simpatisan PKI. Presiden
Sukarno waktu itu sudah memerintahkan, agar pembunuhan massal itu
dihentikan, tetapi tidak digubris oleh Suharto. Suharto malah
berkhianat terhadap Bung Karno dan akhirnya dengan segala cara yang
licik penuh fitnah dan kebohongan berhasil merebut kekuasaan negara
lewat kudeta merangkak yg didukung oleh CIA dan negara2 blok Barat
sekutu AS. Pembunuhan massal secara sistematis tanpa proses hukum
oleh aparat negara, saya kira memang tidak cukup disebut sebagai
tragedi -peristiwa yang menyedihkan, karena istilah tragedi itu tidak
membedakan dengan peristiwa tragis lainnya seperti akibat bencana
alam atau wabah penyakit. Untuk selanjutnya, untuk lebih tepatnya,
mestinya kita menyebutkan peristiwa 1965-1966 itu sebagai peristiwa
Pelanggaran HAM Berat, atau Genosida 65 /Kejahatan terhadap
Kemanusiaan terbesar sejak PD II. ** Kutipan: " Joshua mengatakan
bahwa film tersebut (The Act of Killing) adalah upaya dia untuk
membuka mata dunia tentang apa yang terjadi di Indonesia pada saat
itu. "Jangan sampai ada lagi peristiwa serupa," ujarnya. Film
tersebut, menurut Joshua, menjadi cermin bagi semua pihak. "Bukan
hanya bagi Anwar Kongo, tapi juga cermin bagi seluruh rezim dan kita
semua," jelasnya.
Ia tahu bahwa sampai saat ini masih banyak orang di Indonesia yang
takut bicara soal peristiwa tersebut. Rekonsiliasi, menurutnya, hanya
bisa terjadi jika kita berani menghadapi ketakutan dengan menyingkap
fakta yang terjadi sebenarnya ". Laporan Komnas HAM 23 Juli 2012
telah menyatakan tentang adanya Pelanggaran HAM Berat pada peristiwa
yang terjadi pada tahun 1965-1966 dan tentang peranan aparat militer
Kopkamtib lewat Struktur Komando Teritorialnya -Kodam, Kodim dan
Koramil yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut. Salam,
Arif Harsana -----------------------------------------
http://www.shnews.co/detile-24197-peristiwa-1965-bukan-tragedi.html
Peristiwa 1965 Bukan Tragedi Fransisca Ria Susan | Sabtu, 31
Agustus 2013 - 14:04:29 WIB
: 1511

(Foto/Antara)
Ilustrasi. Orang Indonesia masih takut bicara peristiwa pembantaian
1965-1967.
JAKARTA – Peristiwa penculikan, penghilangan paksa, dan pembunuhan
terhadap lebih dari 1 juta orang Indonesia yang terjadi dalam rentang
waktu 1965-1967 bukan tragedi, karena tidak ada perang dari dua pihak
yang bertikai. Pembunuhan orang-orang tersebut dilakukan sepihak,
terencana, sistematis, dan ada sebuah lembaga resmi negara yang
mengizinkan hal itu terjadi.

Kesimpulan ini muncul dalam telekonferensi tentang Keadilan Sejarah
dalam Menyikapi Tragedi 1965 yang digelar The University of Melbourne
bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, Jumat
(30/8).

Telekonferensi ini juga melibatkan beberapa pembicara yang berlokasi
di Vancouver, London, dan Kopenhagen. Telekonferensi ini menghadirkan
sejarahwan, pengamat militer, intelektual, dan akademisi yang punya
kepedulian terhadap peristiwa 1965, seperti Kate McGregor, Jess
Melvin, Max Lane, Djin Siauw, John Roosa, Asvi Warman Adam, Hilmar
Farid, Bonnie Triyana, Stanley Adi Prasetyo, dan sutradara film The
Act of Killings, Joshua Oppenheimer. Hadir juga Nani Nurrachman, anak
Mayor Jenderal Soetojo (salah satu jenderal yang ditemukan tewas di
sumur Lubang Buaya pada Oktober 1965) dan para korban peristiwa 1965.

Hilmar Farid dalam pemaparannya mengatakan bahwa dibutuhkan sebuah
laporan hak asasi manusia tentang peristiwa 1965 yang bisa diandalkan.
Tanpa ini, penyangkalan bahwa peristiwa pembantaian itu pernah
terjadi akan terus berlangsung. "Kita perlu meyakinkan publik yang
kesadaran umumnya adalah penyangkal," ujarnya.

Hilmar melihat bahwa di ruang publik, penyangkalan terhadap kebenaran
peristiwa itu muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah
menyangkal bahwa pembunuhan itu pernah terjadi atau mengatakan bahwa
apa yang terjadi saat itu adalah peristiwa saling bunuh. Padahal,
tidak ada perang saat itu. Tidak ada dua pihak yang saling serang,
tapi hanya satu pihak. "Jadi ini bukan tragedi, bukan konflik, tapi
pembantaian," ungkap Hilmar. Sebelumnya, John Roosa juga menyebut
hal serupa. "There's no war," ujarnya.

Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
Stanley Adi Prasetyo mengatakan bahwa temuan Komnas HAM tentang
peristiwa pembantaian 1965 menunjukkan secara transparan bahwa negara
berperan dalam pembantaian tersebut. Komando Operasi Pemulihan
Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib)—institusi yang langsung
bertanggung jawab kepada Presiden Soaharto saat itu—bertangung
jawab penuh terhadap peristiwa itu.

"Karena 'pengebonan' (tindakan meminjam tahanan-red), penyiksaaan,
pemerkosaan dan pembunuhan dilakukan di detention centre;uga di
sekolah-sekolah Tionghoa yang dijadikan sebagai detention centre,"
ungkap Stanley.

Peristiwa pembantaian 1965-1967, menurut Stanley, juga memenuhi
sembilan dari 10 elemen pelanggaran HAM. "Satu-satunya yang tak
terpenuhi adalah soal (pelanggaran HAM berdasarkan) warna kulit,"
katanya.

Minta Maaf
Joshua Oppenheimer yang berada di Kopenhagen, saat bicara dalam
telekonferensi tersebut menekankan bahwa Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono harus minta maaf terhadap peristiwa pembantaian tersebut.
"Masyarakat Indonesia harus mendesak presiden untuk minta maaf. Apa
yang terjadi waktu itu adalah genosida, dan itu salah," katanya.
Ia menyebut bahwa permintaan maaf itu akan menjadi landasan
pembentukan Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi.

"Tanpa (mengetahui) truth, tidak akan ada rekonsiliasi," ujarnya.


Film The Act of Killings yang ia sutradarai sempat memancing
kontroversi karena berkisah tentang Anwar Kongo, salah seorang yang
terlibat dalam operasi pembantaian para kader dan simpatisan PKI pada
1965-1967. Joshua menunjukkan dengan sangat telanjang bagaimana
pembantaian tersebut memang dilakukan secara terkoordinasi dan
sistematis.

Joshua mengatakan bahwa film tersebut adalah upaya dia untuk membuka
mata dunia tentang apa yang terjadi di Indonesia pada saat itu.
"Jangan sampai ada lagi peristiwa serupa," ujarnya.

Film tersebut, menurut Joshua, menjadi cermin bagi semua pihak.
"Bukan hanya bagi Anwar Kongo, tapi juga cermin bagi seluruh rezim
dan kita semua," jelasnya.

Ia tahu bahwa sampai saat ini masih banyak orang di Indonesia yang
takut bicara soal peristiwa tersebut. Rekonsiliasi, menurutnya, hanya
bisa terjadi jika kita berani menghadapi ketakutan dengan menyingkap
fakta yang terjadi sebenarnya.(Inno Jemabut) Sumber : Sinar Harapan

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:

------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------
Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages
Bergabung ke Milis FID:  indonesia_damai-subscribe@yahoogroups.com
Keluar dari Milis FID:  indonesia_damai-unsubscribe@yahoogroups.com
---------------- indonesia_damai@yahoogroups.com ----------------
.

__,_._,___